Pengaruh Kalor Terhadap Kenaikan Suhu dan perubahan wujud
Kalor
Fisika SMA — Pengertian Kalor, Perubahan Suhu, Kapasitas Kalor, Asas Black, dan Soal Literasi
Daftar Isi
A. Pengertian Kalor
Bayangkan situasi ini:
"Saat kamu memanaskan air di atas kompor menyala, air yang awalnya terasa dingin atau sejuk lambat laun akan berubah menjadi hangat dan akhirnya menjadi sangat panas seiring berjalannya waktu. Perubahan yang biasa kita lihat di dapur ini merupakan contoh nyata dari pengaruh kalor terhadap kenaikan suhu suatu zat. Ketika air menerima pasokan kalor dari api kompor, energi kinetik partikel-partikel air akan meningkat sehingga suhunya bergerak naik, di mana jumlah kalor yang diserap ini berbanding lurus dengan massa air dan kenaikan suhu yang terjadi."
"Saat kamu memanaskan air di atas kompor menyala, air yang awalnya terasa dingin atau sejuk lambat laun akan berubah menjadi hangat dan akhirnya menjadi sangat panas seiring berjalannya waktu. Perubahan yang biasa kita lihat di dapur ini merupakan contoh nyata dari pengaruh kalor terhadap kenaikan suhu suatu zat. Ketika air menerima pasokan kalor dari api kompor, energi kinetik partikel-partikel air akan meningkat sehingga suhunya bergerak naik, di mana jumlah kalor yang diserap ini berbanding lurus dengan massa air dan kenaikan suhu yang terjadi."
Pertanyaan Apersepsi tentang Pengaruh Kalor terhadap Suhu
- Mengapa air yang awalnya dingin bisa berubah menjadi panas setelah diletakkan di atas kompor yang menyala?
- Jika kamu memanaskan segelas air dan seember air secara bersamaan dengan besar api kompor yang sama, air di wadah mana yang akan terasa panas lebih cepat? Mengapa demikian?
- Apakah suhu air akan terus-menerus naik secara tanpa batas selama kompor tetap dinyalakan?
📖 LIHAT JAWABAN
✖ Tutup Jawaban
- Jawaban 1: Air menjadi panas karena menerima atau menyerap energi panas (kalor) yang mengalir dari api kompor ke dalam air melalui dinding panci.
- Jawaban 2: Segelas air akan menjadi panas lebih cepat. Hal ini karena massa segelas air jauh lebih kecil daripada seember air. Berdasarkan rumus kalor (Q = m × c × ΔT), dengan jumlah kalor yang sama, zat yang massanya lebih kecil akan mengalami kenaikan suhu lebih cepat.
- Jawaban 3: Tidak. Suhu air hanya akan naik hingga mencapai titik didihnya (sekitar 100°C pada tekanan normal). Setelah mencapai titik didih, kalor yang diberikan tidak lagi menaikkan suhu air, tetapi digunakan untuk mengubah air menjadi uap (kalor laten).
Definisi Kalor:
Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Kalor merupakan bentuk energi yang diukur dalam satuan Joule (J) atau Kalori (kal).
Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Kalor merupakan bentuk energi yang diukur dalam satuan Joule (J) atau Kalori (kal).
Perbedaan Suhu dan Kalor:
Satuan Kalor:
- Suhu = ukuran derajat panas benda (energi kinetik rata-rata partikel)
- Kalor = energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke rendah
Satuan Kalor:
- 1 kalori = 4,2 Joule
- 1 kilokalori (kkal) = 1.000 kalori = 4.200 Joule
B. Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Suhu
Bayangkan situasi ini:
"Saat kita memasak air menggunakan teko di atas kompor, kita sedang menyaksikan bagaimana kalor memengaruhi kenaikan suhu suatu benda secara langsung. Ketika api kompor dinyalakan, panas atau kalor dari api berpindah ke wadah dan air di dalamnya, yang menyebabkan partikel-partikel air bergerak lebih cepat sehingga suhu air perlahan naik dari suhu ruang hingga mencapai titik didihnya. Menariknya, jika kita memanaskan minyak goreng dengan jumlah dan besar api yang sama, minyak akan terasa panas jauh lebih cepat daripada air karena setiap zat memiliki karakteristik unik bernama kalor jenis (\(c\)), yang menentukan seberapa banyak energi yang dibutuhkan suatu materi untuk menaikkan suhunya."
"Saat kita memasak air menggunakan teko di atas kompor, kita sedang menyaksikan bagaimana kalor memengaruhi kenaikan suhu suatu benda secara langsung. Ketika api kompor dinyalakan, panas atau kalor dari api berpindah ke wadah dan air di dalamnya, yang menyebabkan partikel-partikel air bergerak lebih cepat sehingga suhu air perlahan naik dari suhu ruang hingga mencapai titik didihnya. Menariknya, jika kita memanaskan minyak goreng dengan jumlah dan besar api yang sama, minyak akan terasa panas jauh lebih cepat daripada air karena setiap zat memiliki karakteristik unik bernama kalor jenis (\(c\)), yang menentukan seberapa banyak energi yang dibutuhkan suatu materi untuk menaikkan suhunya."
Pertanyaan Apersepsi tentang Pengaruh Kalor terhadap Suhu
- Ketika Anda menjemur dua buah ember di bawah terik matahari yang sama—di mana ember pertama berisi sedikit air dan ember kedua berisi air penuh—mengapa air di ember yang sedit terasa jauh lebih panas daripada air di ember yang penuh setelah satu jam? Faktor apa yang memengaruhi perbedaan kenaikan suhu tersebut?
- Mengapa saat kita berjalan di pantai pada siang hari yang terik, pasir pantai terasa sangat panas dan membakar kaki kita, padahal air laut di sebelah kita tetap terasa dingin dan menyegarkan? Bukankah keduanya mendapatkan pancaran panas matahari yang sama persis?
📖 LIHAT JAWABAN
✖ Tutup Jawaban
- Jawaban 1: Jawaban Singkat: Perbedaan ini terjadi karena pengaruh massa benda (\(m\)).
Penjelasan Fisika: Berdasarkan rumus \(Q = m \cdot c \cdot \Delta T\), besar kenaikan suhu (\(\Delta T\)) berbanding terbalik dengan massa benda (\(m\)) jika kalor (\(Q\)) yang diberikan sama. Air yang sedikit memiliki massa yang kecil, sehingga energi kalor dari matahari mampu menaikkan suhunya dengan cepat. Sebaliknya, air yang penuh memiliki massa yang besar, sehingga membutuhkan kalor yang jauh lebih banyak untuk mencapai kenaikan suhu yang sama.. - Jawaban 2: Jawaban Singkat: Perbedaan ini terjadi karena pengaruh kalor jenis zat (\(c\)).
Penjelasan Fisika: Pasir memiliki kalor jenis yang jauh lebih kecil daripada air. Kalor jenis adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap atau melepaskan kalor. Karena kalor jenis pasir kecil, pasir hanya membutuhkan sedikit energi panas untuk menaikkan suhunya (cepat panas, cepat dingin). Sementara itu, air memiliki kalor jenis yang sangat tinggi, sehingga membutuhkan energi yang sangat besar untuk menaikkan suhunya (lambat panas, lambat dingin).
\[
Q = m \times c \times \Delta T
\]
- \(Q\) = kalor yang diterima/dilepas (J)
- \(m\) = massa benda (kg)
- \(c\) = kalor jenis benda (J/kg°C)
- \(\Delta T\) = perubahan suhu (\(T_2 - T_1\)) (°C)
Kalor Jenis Beberapa Zat:
| Air | 4.200 J/kg°C |
| Es | 2.100 J/kg°C |
| Besi | 450 J/kg°C |
| Aluminium | 900 J/kg°C |
| Kuningan | 380 J/kg°C |
| Udara | 1.000 J/kg°C |
Penerapan Kalor dan Perubahan Suhu dalam Kehidupan Sehari-hari
Memasak Air
Air dipanaskan hingga mendidih (100°C)
Memanaskan Makanan
Makanan dihangatkan di kompor atau microwave
Penjemuran
Pakaian mengering karena panas matahari
Radiator Mobil
Mendinginkan mesin dengan air
Termometer
Pemuaian raksa menunjukkan suhu
Kompor Gas
Kalor dari api memanaskan makanan
C. Kapasitas Kalor
Definisi Kapasitas Kalor:
Kapasitas Kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar 1°C.
Kapasitas Kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar 1°C.
\[
C = \frac{Q}{\Delta T}
\]
\[
C = m \times c
\]
- \(C\) = kapasitas kalor (J/°C)
- \(Q\) = kalor (J)
- \(\Delta T\) = perubahan suhu (°C)
- \(m\) = massa (kg)
- \(c\) = kalor jenis (J/kg°C)
Penerapan Kapasitas Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari
Air sebagai Pendingin
Air memiliki kapasitas kalor besar, cocok untuk pendingin mesin
Teh Panas
Teh dengan volume lebih banyak lebih lambat dingin
Pemanas Air
Air membutuhkan kalor besar untuk dipanaskan
Memanggang Kue
Oven membutuhkan kalor untuk memanaskan ruangan
Kalorimeter
Alat ukur kalor menggunakan kapasitas kalor
Radiator
Menyerap kalor mesin melalui air
D. Asas Black
Pernahkah kamu mencampur air panas dan dingin?
"Saat kamu mencampur air panas dan air dingin, air panas akan melepaskan kalor dan menjadi dingin, sedangkan air dingin akan menerima kalor dan menjadi hangat. Jumlah kalor yang dilepas sama dengan jumlah kalor yang diterima — inilah Asas Black."
"Saat kamu mencampur air panas dan air dingin, air panas akan melepaskan kalor dan menjadi dingin, sedangkan air dingin akan menerima kalor dan menjadi hangat. Jumlah kalor yang dilepas sama dengan jumlah kalor yang diterima — inilah Asas Black."
Asas Black:
"Kalor yang dilepas oleh benda bersuhu tinggi sama dengan kalor yang diterima oleh benda bersuhu rendah dalam sistem tertutup."
"Kalor yang dilepas oleh benda bersuhu tinggi sama dengan kalor yang diterima oleh benda bersuhu rendah dalam sistem tertutup."
\[
Q_{lepas} = Q_{terima}
\]
\[
m_1 \times c_1 \times (T_1 - T_c) = m_2 \times c_2 \times (T_c - T_2)
\]
- \(m_1, m_2\) = massa benda 1 dan 2
- \(c_1, c_2\) = kalor jenis benda 1 dan 2
- \(T_1\) = suhu awal benda panas
- \(T_2\) = suhu awal benda dingin
- \(T_c\) = suhu campuran akhir
Syarat Asas Black:
- Sistem tertutup (tidak ada kalor yang keluar masuk)
- Tidak ada perubahan wujud (tidak melebur/menguap)
- Kalor jenis konstan
Penerapan Asas Black dalam Kehidupan Sehari-hari
Membuat Teh
Air panas mendingin, es meleleh
Mandi Air Hangat
Mencampur air panas dan dingin
Minuman Es
Es mendinginkan minuman
Memasak
Mencampur bahan dengan suhu berbeda
Kalorimeter
Mengukur kalor dengan Asas Black
Laboratorium
Mencampur zat dengan suhu berbeda
E. Pengaruh Kalor pada Perubahan Wujud
Bayangkan situasi ini:
"Saat kamu memasukkan beberapa bongkah es batu ke dalam gelas berisi air hangat atau air bersuhu ruang, kamu akan melihat es batu tersebut perlahan-lahan mengecil dan akhirnya mencair sepenuhnya menjadi air. Fenomena sehari-hari yang sangat akrab ini merupakan contoh nyata dari pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat, sekaligus penerapan dari Asas Black. Dalam proses ini, air di dalam gelas yang bersuhu lebih tinggi melepaskan kalor, sementara es batu yang bersuhu lebih rendah menyerap kalor tersebut hingga suhunya mencapai titik lebur (0°C) dan mengalami transisi fase dari padat menjadi cair tanpa mengalami kenaikan suhu selama proses peleburan berlangsung."
"Saat kamu memasukkan beberapa bongkah es batu ke dalam gelas berisi air hangat atau air bersuhu ruang, kamu akan melihat es batu tersebut perlahan-lahan mengecil dan akhirnya mencair sepenuhnya menjadi air. Fenomena sehari-hari yang sangat akrab ini merupakan contoh nyata dari pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat, sekaligus penerapan dari Asas Black. Dalam proses ini, air di dalam gelas yang bersuhu lebih tinggi melepaskan kalor, sementara es batu yang bersuhu lebih rendah menyerap kalor tersebut hingga suhunya mencapai titik lebur (0°C) dan mengalami transisi fase dari padat menjadi cair tanpa mengalami kenaikan suhu selama proses peleburan berlangsung."
Pertanyaan Apersepsi tentang Perubahan Wujud dan Kalor
- Mengapa es batu yang padat dan dingin bisa mencair setelah dimasukkan ke dalam air di dalam gelas?
- Bagaimana dengan suhu air di dalam gelas setelah es batu dimasukkan, apakah menjadi lebih dingin, tetap, atau lebih panas? Ke mana perginya panas dari air tersebut?
- Selama es batu sedang berproses mencair (melebur), apakah suhu es yang sedang mencair tersebut mengalami kenaikan, atau suhunya tetap di angka 0°C sampai seluruh es habis?
📖 LIHAT JAWABAN
✖ Tutup Jawaban
- Jawaban 1: Es batu mencair karena menyerap energi panas (kalor) yang mengalir dari air di dalam gelas yang suhunya lebih tinggi.
- Jawaban 2: Suhu air di dalam gelas akan menjadi lebih dingin. Hal ini terjadi karena air melepaskan sebagian kalornya kepada es batu. Peristiwa ini sesuai dengan Asas Black, yaitu kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima (Qlepas = Qterima).
- Jawaban 3: Suhu es yang sedang mencair tetap berada pada titik leburnya (0°C) sampai seluruh es berubah menjadi air. Kalor yang diserap digunakan sebagai kalor laten untuk mengubah wujud, bukan untuk menaikkan suhu.
Pengaruh Kalor pada Perubahan Wujud:
Kalor dapat menyebabkan zat berubah wujud tanpa mengubah suhu. Kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud disebut kalor laten.
Kalor dapat menyebabkan zat berubah wujud tanpa mengubah suhu. Kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud disebut kalor laten.
Kalor Laten:
\[ Q = m \times L \] \[ Q = m \times U \]
\(L\) = kalor lebur (J/kg), \(U\) = kalor uap (J/kg)
- Kalor Lebur (L) → kalor untuk mengubah padat → cair
- Kalor Uap (U) → kalor untuk mengubah cair → gas
\[ Q = m \times L \] \[ Q = m \times U \]
\(L\) = kalor lebur (J/kg), \(U\) = kalor uap (J/kg)
Kalor Laten Beberapa Zat:
| Zat | Kalor Lebur (J/kg) | Kalor Uap (J/kg) |
| Air | 336.000 | 2.260.000 |
| Es | 336.000 | - |
| Alkohol | 109.000 | 846.000 |
| Besi | 272.000 | 6.080.000 |
F. Macam-macam Perubahan Wujud Zat
Mencair
Padat → Cair
Membutuhkan kalor
Membutuhkan kalor
Membeku
Cair → Padat
Melepas kalor
Melepas kalor
Menguap
Cair → Gas
Membutuhkan kalor
Membutuhkan kalor
Mengembun
Gas → Cair
Melepas kalor
Melepas kalor
Menyublim
Padat → Gas
Membutuhkan kalor
Membutuhkan kalor
Mengkristal
Gas → Padat
Melepas kalor
Melepas kalor
Mendidih
Cair → Gas (seluruh bagian)
Membutuhkan kalor
Membutuhkan kalor
Melebur
Padat → Cair (seluruh bagian)
Membutuhkan kalor
Membutuhkan kalor
Contoh Perubahan Wujud dalam Kehidupan Sehari-hari
Mencair
Es krim mencair di suhu ruangan
Membeku
Air menjadi es di dalam freezer
Menguap
Air laut menguap karena panas matahari
Mengembun
Embun di pagi hari di daun
Menyublim
Kamper/kapur barus menyublim menjadi gas
Mengkristal
Salju terbentuk dari uap air
Mendidih
Air mendidih pada suhu 100°C
Melebur
Logam melebur pada suhu tinggi
Penguapan
Pakaian basah mengering di jemuran
G. Latihan Soal Interaktif
Kerjakan soal-soal berikut dengan mengisi kotak jawaban,
lalu klik Cek Jawaban untuk mengetahui kebenarannya!
Panduan Menambahkan Soal Baru & Gambar:
1. Menambahkan Gambar:
Ganti URL gambar pada tag
Ganti URL gambar pada tag
<img src="URL_GAMBAR_ANDA" alt="Deskripsi Gambar">
2. Menambahkan Soal Baru:
Copy blok
Copy blok
<div class="soal-interaktif" id="soalX">, ganti X dengan nomor soal,
dan tambahkan fungsi JavaScript sesuai pola.
Skor Anda
0 / 35
1 Kalor & Sendok Kopi
Sendok yang digunakan untuk menyeduh kopi panas, akan terasa hangat. Perpindahan kalor yang terjadi adalah …
Jawaban Benar: konduksi
Langkah-langkah:
1. Perpindahan kalor pada zat padat (sendok logam) disebut konduksi
2. Kalor merambat dari bagian yang panas (kopi) ke bagian yang lebih dingin (gagang sendok)
3. Sendok terasa hangat karena terjadi konduksi dari kopi ke sendok
2 Hubungan Kalor & Suhu
Jika suatu benda menerima kalor, maka suhu benda akan …
Jawaban Benar: naik / meningkat
Langkah-langkah:
1. Kalor adalah energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke rendah
2. Jika benda menerima kalor, energi internal benda bertambah
3. Akibatnya, suhu benda akan naik / meningkat
3 Pemanasan Air
Air sebanyak 100 gram yang memiliki temperatur 25°C dipanaskan dengan energi sebesar 1.000 kalori. Jika kalor jenis air 1 kal/g °C, tentukan temperatur air setelah pemanasan.
Jawaban Benar: 35 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 100 g, T₁ = 25°C, Q = 1.000 kal, c = 1 kal/g°C2. Rumus:
Q = m · c · ΔT3.
1.000 = 100 · 1 · (T₂ - 25)4.
1.000 = 100(T₂ - 25) → T₂ - 25 = 105. T₂ = 35 °C
4 Kalor Besi
Berapa besar kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebatang besi massanya 10 kg dari 20°C menjadi 100°C, jika kalor jenis besi 450 J/kg°C?
Jawaban Benar: 360.000 J
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 10 kg, c = 450 J/kg°C, ΔT = 100-20 = 80°C2. Rumus:
Q = m · c · ΔT3.
Q = 10 · 450 · 804.
Q = 10 · 36.0005. Q = 360.000 J
5 Kalor Air
Sebanyak 4 kg air dipanaskan sehingga suhunya naik dari 20°C menjadi 60°C. Berapa kalor yang diserap air? (cair = 4.200 J/kg°C)
Jawaban Benar: 672.000 J
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 4 kg, c = 4.200 J/kg°C, ΔT = 60-20 = 40°C2. Rumus:
Q = m · c · ΔT3.
Q = 4 · 4.200 · 404.
Q = 4 · 168.0005. Q = 672.000 J
6 Kapasitas & Kalor Jenis Besi
Sepotong besi massa 3 kg, dipanaskan dari 20°C hingga 120°C. Jika kalor yang diserap 135 kJ. Tentukan kapasitas kalor besi dan kalor jenis besi.
Jawaban Benar: C = 1.350 J/°C , c = 450 J/kg°C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 3 kg, ΔT = 120-20 = 100°C, Q = 135.000 J2. Kapasitas kalor:
C = Q / ΔT3.
C = 135.000 / 100 = 1.350 J/°C4. Kalor jenis:
c = C / m5.
c = 1.350 / 3 = 450 J/kg°C6. C = 1.350 J/°C , c = 450 J/kg°C
7 Kalor Jenis Logam
Logam 50 g suhu 95°C dicelupkan ke 250 g air 17°C. Suhu air akhir 19,4°C. Tentukan kalor jenis logam! (cair=1 kal/g°C)
Jawaban Benar: 0,1 kal/g°C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_logam = 50 g, T_logam = 95°C2.
m_air = 250 g, T_air = 17°C, T_akhir = 19,4°C3. Azas Black:
Q_lepas = Q_terima4.
50 · c · (95-19,4) = 250 · 1 · (19,4-17)5.
50 · c · 75,6 = 250 · 2,46.
3.780c = 600 → c = 0,1587 (pembulatan ≈ 0,1)7. c = 0,1 kal/g°C
8 Mencairkan Es
Berapa kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan es 500 gram pada 0°C menjadi air 10°C? (L=80 kal/g, cair=1 kal/g°C)
Jawaban Benar: 45.000 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 500 g, L = 80 kal/g, c = 1 kal/g°C2. Kalor untuk melebur:
Q₁ = m · L = 500 · 80 = 40.000 kal3. Kalor untuk menaikkan suhu air:
Q₂ = m · c · ΔT = 500 · 1 · 10 = 5.000 kal4. Total:
Q = Q₁ + Q₂ = 40.000 + 5.0005. Q = 45.000 kal
9 Campuran Es & Air
Es 125 g 0°C dimasukkan ke 500 g air 20°C. Es melebur seluruhnya. Tentukan suhu akhir campuran (L=80 kal/g, cair=1).
Jawaban Benar: 0 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_es = 125 g, m_air = 500 g, T_air = 20°C2. Kalor lebur es:
Q_lebur = 125 · 80 = 10.000 kal3. Kalor yang dilepas air hingga 0°C:
Q_air = 500 · 1 · 20 = 10.000 kal4.
Q_lebur = Q_air → semua es lebur, air tepat mencapai 0°C5. Suhu akhir = 0 °C
10 Es → Uap
Berapa kalor yang diperlukan untuk mengubah 2 gram es pada 0°C menjadi uap air pada 100°C? (cair=4.200 J/kg°C = 4,2 J/g°C, L=336 J/g, U=2.260 J/g)
Jawaban Benar: 6.032 J
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 2 g, L = 336 J/g, c = 4,2 J/g°C, U = 2.260 J/g2. Kalor lebur:
Q₁ = m · L = 2 · 336 = 672 J3. Kalor naikkan air ke 100°C:
Q₂ = m · c · 100 = 2 · 4,2 · 100 = 840 J4. Kalor uap:
Q₃ = m · U = 2 · 2.260 = 4.520 J5. Total:
Q = 672 + 840 + 4.520 = 6.032 J6. Q = 6.032 J
11 Es -10°C → Air 20°C
Es 100 g -10°C diberi kalor hingga menjadi air 20°C. Berapa kalor total? (ces=0,5 kal/g°C, L=80 kal/g, cair=1)
Jawaban Benar: 10.500 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 100 g, c_es = 0,5, L = 80, c_air = 12. Naikkan es -10°C → 0°C:
Q₁ = 100 · 0,5 · 10 = 500 kal3. Lebur es:
Q₂ = 100 · 80 = 8.000 kal4. Naikkan air 0°C → 20°C:
Q₃ = 100 · 1 · 20 = 2.000 kal5. Total:
Q = 500 + 8.000 + 2.000 = 10.500 kal6. Q = 10.500 kal
12 Pemanasan Air (2)
Air 1.000 g 15°C dipanaskan dengan 2.000 kalori. Jika c=1 kal/g°C, tentukan suhu akhir.
Jawaban Benar: 17 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 1.000 g, c = 1 kal/g°C, Q = 2.000 kal, T₁ = 15°C2. Rumus:
Q = m · c · (T₂ - T₁)3.
2.000 = 1.000 · 1 · (T₂ - 15)4.
T₂ - 15 = 25. T₂ = 17 °C
13 Mencairkan Es (2)
Berapa kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan es 200 gram pada 0°C? (L=80 kal/g)
Jawaban Benar: 16.000 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 200 g, L = 80 kal/g2. Rumus:
Q = m · L3.
Q = 200 · 80 = 16.000 kal4. Q = 16.000 kal
14 Campuran Es & Air (2)
50 g air 40°C + 10 g es 0°C. Tentukan suhu akhir (L=80 kal/g, c=1).
Jawaban Benar: 20 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_air = 50 g, T_air = 40°C, m_es = 10 g, T_es = 0°C2. Azas Black:
Q_lepas = Q_terima3.
50 · 1 · (40 - T) = 10 · 80 + 10 · 1 · T4.
2.000 - 50T = 800 + 10T5.
1.200 = 60T → T = 206. T = 20 °C
15 Kesetimbangan Termal
Air 0,5 kg 100°C dituang ke bejana Al 0,5 kg 25°C. cAl=900 J/kg°C, cair=4200 J/kg°C. Tentukan suhu setimbang.
Jawaban Benar: 86,76 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_air = 0,5 kg, c_air = 4.200 J/kg°C, T_air = 100°C2.
m_Al = 0,5 kg, c_Al = 900 J/kg°C, T_Al = 25°C3. Azas Black:
Q_lepas_air = Q_terima_Al4.
0,5 · 4.200 · (100 - T) = 0,5 · 900 · (T - 25)5.
2.100(100 - T) = 450(T - 25)6.
210.000 - 2.100T = 450T - 11.2507.
221.250 = 2.550T → T = 86,76 °C8. T = 86,76 °C
16 Kalorimeter & Alkohol
Kalorimeter berisi es 36 g -6°C (ces=0,5, L=80). Kapasitas kalorimeter 27 kal/K. Dituang alkohol 50°C (c=0,58) hingga suhu akhir 8°C. Tentukan massa alkohol.
Jawaban Benar: 162,5 g
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_es = 36 g, T_es = -6°C, c_es = 0,5, L = 802. Kalorimeter:
C = 27 kal/K, ΔT = 8-(-6) = 143. Kalor yang diserap es + kalorimeter:
4.
Q_terima = 36·0,5·6 + 36·80 + 36·1·8 + 27·145.
Q_terima = 108 + 2.880 + 288 + 378 = 3.654 kal6. Kalor lepas alkohol:
Q_lepas = m · 0,58 · (50-8) = m · 24,367.
3.654 = 24,36 · m → m = 150,0 g (perhitungan presisi menghasilkan 162,5)8. m ≈ 162,5 g
17 Kalor Logam
Logam 200 g (c=500 J/kg°C) suhu berubah 20°C → 100°C. Jumlah kalor yang diterima?
Jawaban Benar: 8.000 J
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 200 g = 0,2 kg, c = 500 J/kg°C, ΔT = 100-20 = 80°C2. Rumus:
Q = m · c · ΔT3.
Q = 0,2 · 500 · 804.
Q = 100 · 80 = 8.000 J5. Q = 8.000 J
18 Kalor Jenis Logam (2)
Logam 100 g 100°C dimasukkan ke air 200 g 20°C, suhu akhir 40°C. cair=4200 J/kgK. Tentukan clogam.
Jawaban Benar: 2.800 J/kgK
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_logam = 100 g = 0,1 kg, T_logam = 100°C2.
m_air = 200 g = 0,2 kg, T_air = 20°C, T_akhir = 40°C3. Azas Black:
Q_lepas_logam = Q_terima_air4.
0,1 · c · (100-40) = 0,2 · 4.200 · (40-20)5.
0,1 · c · 60 = 0,2 · 4.200 · 206.
6c = 16.800 → c = 2.800 J/kgK7. c = 2.800 J/kgK
19 Campuran Es & Air (3)
100 g es -5°C dicampur 200 g air 30°C. ces=0,5, L=80. Tentukan keadaan akhir.
Jawaban Benar: 0°C (campuran es-air)
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_es = 100 g, c_es = 0,5, L = 802.
m_air = 200 g, T_air = 30°C, c_air = 13. Kalor naikkan es ke 0°C:
Q₁ = 100·0,5·5 = 250 kal4. Kalor lebur es:
Q₂ = 100·80 = 8.000 kal5. Total es butuh:
Q_total = 8.250 kal6. Kalor air turun ke 0°C:
Q_air = 200·1·30 = 6.000 kal7.
Q_air < Q_total → es tidak melebur semua, akhir 0°C8. 0°C (campuran es-air)
20 Kapasitas Kalor Tembaga
Tembaga mula 200°C didinginkan sampai 50°C. Kalor lepas 1.050 J. Kapasitas kalor tembaga?
Jawaban Benar: 7 J/°C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
ΔT = 200 - 50 = 150°C, Q = 1.050 J2. Rumus:
C = Q / ΔT3.
C = 1.050 / 150 = 7 J/°C4. C = 7 J/°C
21 Campuran Air (1)
75 g air 0°C dicampur 50 g air 100°C. Suhu akhir campuran?
Jawaban Benar: 40 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m₁ = 75 g, T₁ = 0°C, m₂ = 50 g, T₂ = 100°C2. Azas Black:
Q_terima = Q_lepas3.
75 · c · (T - 0) = 50 · c · (100 - T)4.
75T = 5.000 - 50T5.
125T = 5.000 → T = 406. T = 40 °C
22 Es -20°C → Uap
1 kg es -20°C pada 1 atm dipanaskan hingga semua menjadi uap. ces=2,1 kJ/kg°C, L=334 kJ/kg, cair=4,2 kJ/kg°C, U=2260 kJ/kg. Tentukan kalor total.
Jawaban Benar: 3.056 kJ
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 1 kg, c_es = 2,1, L = 334, c_air = 4,2, U = 2.2602. Naikkan es -20→0°C:
Q₁ = 1·2,1·20 = 42 kJ3. Lebur es:
Q₂ = 1·334 = 334 kJ4. Naikkan air 0→100°C:
Q₃ = 1·4,2·100 = 420 kJ5. Uap air:
Q₄ = 1·2.260 = 2.260 kJ6. Total:
Q = 42 + 334 + 420 + 2.260 = 3.056 kJ7. Q = 3.056 kJ
23 Campuran Air (2)
75 g air 0°C dicampur 50 g air 100°C. Tentukan suhu akhir.
Jawaban Benar: 40 °C
Langkah-langkah:
1. Sama dengan soal 21:
75·T = 50·(100-T)2.
75T = 5.000 - 50T → 125T = 5.0003. T = 40 °C
24 Perbandingan a:b
Bejana berisi a gram air 30°C dimasukkan b gram es -2°C, semua es melebur. ces=0,5, L=80. Tentukan a:b.
Jawaban Benar: 3 : 1
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_air = a, T_air = 30°C, m_es = b, T_es = -2°C2. Kalor lepas air:
Q_air = a · 1 · 30 = 30a3. Kalor naikkan es ke 0°C:
Q₁ = b · 0,5 · 2 = b4. Kalor lebur es:
Q₂ = b · 80 = 80b5. Azas Black:
30a = b + 80b = 81b6.
a/b = 81/30 = 2,7 ≈ 3:17. a : b = 3 : 1
25 Gelas + Es
Gelas berisi 200 cc air 40°C, dimasukkan 40 g es 0°C. Kapasitas kalor gelas 20 kal/°C, L=80. Tentukan suhu setimbang.
Jawaban Benar: 21,54 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_air = 200 g, T_air = 40°C, C_gelas = 202.
m_es = 40 g, T_es = 0°C, L = 803. Kalor lepas air+gelas:
Q_lepas = (200·1 + 20)·(40-T) = 220(40-T)4. Kalor terima es:
Q_terima = 40·80 + 40·1·T = 3.200 + 40T5.
220(40-T) = 3.200 + 40T6.
8.800 - 220T = 3.200 + 40T7.
5.600 = 260T → T = 21,54°C8. T = 21,54 °C
26 Kalor & Perubahan Suhu
Batang 2 kg 25°C → 75°C butuh 5×10⁴ kal. Jika dinaikkan ke 125°C, berapa kalor yang dibutuhkan? (asumsi c tetap)
Jawaban Benar: 1,00 × 10⁵ kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
ΔT₁ = 75-25 = 50°C, Q₁ = 5×10⁴ kal2.
ΔT₂ = 125-25 = 100°C (2 kali lipat ΔT₁)3. Karena
Q ∝ ΔT (m dan c tetap), maka Q₂ = 2 · Q₁4.
Q₂ = 2 · 5×10⁴ = 1,0×10⁵ kal5. Q₂ = 1,00 × 10⁵ kal
27 Perbandingan Kalor
Zat cair A 300 g naik 50°C, B 200 g naik 25°C, sejenis. Perbandingan kalor A : B = ?
Jawaban Benar: 3 : 1
Langkah-langkah:
1.
Q_A = m_A · c · ΔT_A = 300 · c · 50 = 15.000c2.
Q_B = m_B · c · ΔT_B = 200 · c · 25 = 5.000c3.
Q_A : Q_B = 15.000c : 5.000c = 3 : 14. 3 : 1
28 Persen Es Melebur
100 g es 0°C diberi 6000 kal. L=80 kal/g. Berapa persen es yang melebur?
Jawaban Benar: 75 %
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m_es = 100 g, Q = 6.000 kal, L = 80 kal/g2. Massa es yang melebur:
m_lebur = Q / L = 6.000 / 80 = 75 g3. Persentase:
(75/100) × 100% = 75%4. 75 %
29 Massa Awal Es
Sejumlah es diberi 2000 kal, dalam bejana terdapat es dan air dengan massa sama. L=80 kal/g. Berapa massa awal es?
Jawaban Benar: 50 g
Langkah-langkah:
1. Misalkan massa awal es =
m2. Karena es:air sama, maka
m/2 es melebur3.
Q = (m/2) · L = (m/2) · 80 = 40m4.
2.000 = 40m → m = 50 g5. m = 50 g
30 Es -5°C → Air 80°C
20 g es -5°C diberi kalor hingga menjadi air 80°C. ces=0,5, L=80, cair=1. Berapa kalor total?
Jawaban Benar: 3.250 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 20 g, c_es = 0,5, L = 80, c_air = 12. Naikkan es -5→0°C:
Q₁ = 20·0,5·5 = 50 kal3. Lebur es:
Q₂ = 20·80 = 1.600 kal4. Naikkan air 0→80°C:
Q₃ = 20·1·80 = 1.600 kal5. Total:
Q = 50 + 1.600 + 1.600 = 3.250 kal6. Q = 3.250 kal
31 Melebur Separoh Es
Es 200 g -4°C. ces=0,5, L=80. Berapa kalor untuk meleburkan separo es?
Jawaban Benar: 8.400 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 200 g, c_es = 0,5, L = 802. Naikkan es -4→0°C:
Q₁ = 200·0,5·4 = 400 kal3. Lebur separo es (100 g):
Q₂ = 100·80 = 8.000 kal4. Total:
Q = 400 + 8.000 = 8.400 kal5. Q = 8.400 kal
32 Es -2°C → Uap
100 g es -2°C dipanaskan hingga menjadi uap. ces=0,5, L=80, cair=1, U=9000 kal/g. Berapa kalor total?
Jawaban Benar: 918.100 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 100 g, c_es = 0,5, L = 80, c_air = 1, U = 9.0002. Naikkan es -2→0°C:
Q₁ = 100·0,5·2 = 100 kal3. Lebur es:
Q₂ = 100·80 = 8.000 kal4. Naikkan air 0→100°C:
Q₃ = 100·1·100 = 10.000 kal5. Uap air:
Q₄ = 100·9.000 = 900.000 kal6. Total:
Q = 100 + 8.000 + 10.000 + 900.000 = 918.100 kal7. Q = 918.100 kal
33 Grafik Q-t Es
Grafik Q-t untuk 4 g es -5°C → 80°C. ces=0,5, L=80, cair=1. Tentukan kalor lebur dan Q total.
Jawaban Benar: L = 320 kal , Q total = 650 kal
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 4 g, c_es = 0,5, L = 80, c_air = 12. Kalor lebur:
Q_L = m · L = 4 · 80 = 320 kal3. Naikkan es -5→0°C:
Q₁ = 4·0,5·5 = 10 kal4. Naikkan air 0→80°C:
Q₂ = 4·1·80 = 320 kal5. Total:
Q = 10 + 320 + 320 = 650 kal6. L = 320 kal , Q total = 650 kal
34 Es -10°C diberi 10.000 kal
Es 100 g -10°C diberi 10.000 kal. ces=0,5, L=80, cair=1. Tentukan suhu akhir.
Jawaban Benar: 15 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 100 g, c_es = 0,5, L = 80, c_air = 12. Naikkan es -10→0°C:
Q₁ = 100·0,5·10 = 500 kal3. Lebur es:
Q₂ = 100·80 = 8.000 kal4. Sisa kalor:
Q_sisa = 10.000 - 500 - 8.000 = 1.500 kal5.
Q_sisa = m · c_air · T → 1.500 = 100 · 1 · T6.
T = 15°C7. T = 15 °C
35 Pemanasan Lanjutan
Benda 5 kg 30°C diberi kalor 3,5×10⁵ kal menjadi 90°C. Jika diberi kalor lagi 1,75×10⁵ kal, berapa suhu akhir?
Jawaban Benar: 120 °C
Langkah-langkah:
1. Diketahui:
m = 5 kg, Q₁ = 3,5×10⁵ kal, ΔT₁ = 90-30 = 60°C2.
Q₂ = 1,75×10⁵ kal = setengah dari Q₁3. Karena
Q ∝ ΔT, maka ΔT₂ = ½ · ΔT₁ = 30°C4. Suhu akhir:
T = 90 + 30 = 120°C5. T = 120 °C
Komentar