LKPD Praktikum Virtual pemuaian Panjang
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) VIRTUAL
Praktikum Pemuaian Panjang (Alat Musschenbroek)
Investigasi Pemuaian Panjang Bahan Padat Menggunakan Simulator Alat Musschenbroek.
- Memahami prinsip dan cara kerja alat Musschenbroek dalam mengukur pemuaian panjang logam.
- Mengukur dan menghitung besarnya koefisien muai panjang ($\alpha$) dari berbagai jenis bahan logam (Aluminium, Kuningan, dan Besi/Baja).
- Membandingkan besarnya pertambahan panjang ($\Delta L$) akibat kenaikan suhu ($\Delta T$) pada berbagai jenis logam dengan panjang awal ($L_0$) yang sama.
- Perangkat Simulator Virtual Musschenbroek (Lengkap dengan skala busur $0^\circ - 90^\circ$ dan jarum penunjuk).
- Batang Logam Uji: Aluminium, Kuningan, dan Besi/Baja ($L_0 = 500\text{ mm}$).
- Pembakar Spiritus Virtual (sumber panas).
- Termometer Digital Virtual (Satuan $^\circ\text{C}$).
- Buka aplikasi Simulator Virtual Pemuaian Panjang Musschenbroek.
- Tarik (Drag & Drop) Pembakar Spiritus ke area meja praktikum kanvas.
- Tarik salah satu jenis Batang Logam (misalnya Aluminium) dari rak ke kanvas. Pastikan ujung kiri batang menempel rapat pada tiang penyangga dan ujung kanan terhubung dengan tuas jarum penunjuk skala.
- Catat panjang awal logam ($L_0 = 500\text{ mm}$) dan suhu awal ($T_0$) yang tertera pada termometer.
- Klik tombol ▶ Nyalakan Spiritus untuk memulai pemanasan.
- Amati kenaikan suhu hingga mencapai suhu akhir tertentu ($T_t$), lalu catat pertambahan panjang ($\Delta L$) yang terbaca pada indikator simulator.
- Ulangi langkah 3–6 sebanyak **5 kali percobaan** dengan variasi suhu akhir atau variasi jenis bahan logam yang berbeda.
- Isikan seluruh data hasil pengamatan ke dalam Tabel Hasil Praktikum di bawah ini.
Catatan: Masukkan nilai $L_0$, $T_0$, $T_t$, dan $\Delta L$. Nilai $\Delta T$ dan Koefisien $\alpha$ akan dihitung secara otomatis oleh sistem.
| No | Jenis Logam | Panjang Awal $L_0$ (mm) |
Suhu Awal $T_0$ ($^\circ\text{C}$) |
Suhu Akhir $T_t$ ($^\circ\text{C}$) |
Perubahan Suhu $\Delta T$ ($^\circ\text{C}$) |
Pertambahan $\Delta L$ (mm) |
Koefisien Muai $\alpha$ (/ $^\circ\text{C}$) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 50 | 2.40e-5 | |||||
| 2 | 50 | 1.90e-5 | |||||
| 3 | 50 | 1.20e-5 | |||||
| 4 | 75 | 2.40e-5 | |||||
| 5 | 75 | 1.20e-5 | |||||
| Rata-Rata Koefisien Muai ($\bar{\alpha}$): | 1.82e-5 | ||||||
💡 Contoh Rumus & Cara Perhitungan Data:
Persamaan Pemuaian Panjang Logam:
$$\Delta L = L_0 \cdot \alpha \cdot \Delta T \quad \implies \quad \alpha = \frac{\Delta L}{L_0 \cdot \Delta T}$$Contoh Perhitungan Data Percobaan 1 (Aluminium):
- Panjang awal ($L_0$) = $500\text{ mm}$
- Suhu awal ($T_0$) = $25^\circ\text{C}$, Suhu akhir ($T_t$) = $75^\circ\text{C} \implies \Delta T = 75 - 25 = 50^\circ\text{C}$
- Pertambahan panjang ($\Delta L$) = $0,600\text{ mm}$
- Koefisien Muai Panjang ($\alpha$): $$\alpha = \frac{0,600\text{ mm}}{500\text{ mm} \times 50^\circ\text{C}} = \frac{0,600}{25000} = 0,000024 /^\circ\text{C} = 2,4 \times 10^{-5} /^\circ\text{C}$$
Analisis & Pembahasan Siswa:
1. Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel, logam manakah yang mengalami pertambahan panjang ($\Delta L$) paling besar dan paling kecil pada kenaikan suhu yang sama?
2. Bagaimanakah hubungan antara kenaikan suhu ($\Delta T$) terhadap pertambahan panjang ($\Delta L$) suatu logam?
3. Bandingkan hasil nilai koefisien muai panjang ($\alpha$) yang diperoleh dari percobaan dengan literatur teori (Aluminium: $2,4 \times 10^{-5}/^\circ\text{C}$, Kuningan: $1,9 \times 10^{-5}/^\circ\text{C}$, Besi: $1,2 \times 10^{-5}/^\circ\text{C}$). Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan faktor penyababnya!
Buatlah kesimpulan praktikum berdasarkan tujuan percobaan yang telah ditetapkan:
Komentar