Panduan Praktikum Virtual Medan Magnet kawat Lurus panjang Berarus Listrik
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Praktikum Fisika Virtual: Medan Magnet Kawat Lurus
| Nama Anggota | : | 1. ........................................................... | Kelas | : | ....................... |
| 2. ........................................................... | Kelompok | : | ....................... | ||
| 3. ........................................................... | Tanggal | : | ....................... |
Pengukuran Kuat Arus dan Induksi Medan Magnet pada Kawat Lurus Berarus Listrik
- Menentukan nilai kuat arus listrik (\(I\)) dan induksi medan magnet (\(B\)) pada kawat lurus secara eksperimental.
- Menghitung nilai kesalahan mutlak (\(\Delta x\)) dan kesalahan relatif (\(KR\)) dari hasil pengukuran medan magnet.
- Menyajikan penulisan hasil pengukuran fisik sesuai dengan aturan penulisan hasil pengukuran ilmiah.
- Aplikasi Simulasi Virtual Interactive (Komponen Virtual: Catu Daya, Kawat Lurus, Amperemeter, Hambatan Geser, Sensor Magnet, Mistar Skala, dan Kabel Penghubung).
- Buka aplikasi simulasi di perangkat Anda.
- Susun rangkaian tertutup dengan menghubungkan terminal kabel secara berurutan: Catu Daya \((+) \rightarrow\) Hambatan Geser \(\rightarrow\) Amperemeter \((+) \rightarrow\) Amperemeter \((-) \rightarrow\) Kawat Lurus (Bawah) \(\rightarrow\) Kawat Lurus (Atas) \(\rightarrow\) Catu Daya \((-)\).
- Letakkan Sensor Magnet pada jarak tetap \(r = 2\text{ cm}\) (\(0{,}02\text{ m}\)) di samping kawat lurus menggunakan Mistar Skala.
- Nyalakan saklar catu daya (SAKLAR: ON) dengan tegangan awal \(6\text{ V}\).
- Geser posisi slider Hambatan Geser untuk mendapatkan variasi arus listrik. Lakukan pengukuran sebanyak 5 kali percobaan dengan posisi hambatan yang berbeda.
- Catat nilai Kuat Arus Listrik (\(I\)) dari Amperemeter dan nilai Induksi Magnetik (\(B\)) dari Sensor Magnet pada Tabel Hasil Praktikum.
- Matikan saklar (SAKLAR: OFF) setelah selesai melakukan seluruh percobaan.
Tabel Hasil Pengukuran Induksi Magnetik pada Jarak \(r = 2\text{ cm}\) (\(0{,}02\text{ m}\))
| Percobaan ke- | Tegangan / Hambatan | Kuat Arus \(I\) (\(\text{A}\)) | Induksi Magnet Terukur \(B\) (\(\mu\text{T}\)) |
|---|---|---|---|
| 1 | Variasi 1 | 1,0 | 10,0 |
| 2 | Variasi 2 | 2,0 | 20,0 |
| 3 | Variasi 3 | 3,0 | 30,0 |
| 4 | Variasi 4 | 4,0 | 40,0 |
| 5 | Variasi 5 | 5,0 | 50,0 |
1. Contoh Perhitungan Data Per Percobaan
Rumus teoritis induksi magnetik kawat lurus berarus panjang tak hingga:
$$B = \frac{\mu_0 \cdot I}{2 \pi \cdot r}$$
Dengan \(\mu_0 = 4\pi \times 10^{-7}\text{ T}\cdot\text{m/A}\) dan \(r = 0{,}02\text{ m}\):
$$B = \frac{(4\pi \times 10^{-7}) \cdot I}{2\pi \cdot (0{,}02)} = \frac{2 \times 10^{-7} \cdot I}{0{,}02} = 10^{-5} \cdot I \text{ Tesla} = (10 \cdot I) \ \mu\text{T}$$
- Percobaan 1 (\(I = 1{,}0\text{ A}\)): \(B_1 = 10 \times 1{,}0 = 10{,}0\ \mu\text{T}\)
- Percobaan 2 (\(I = 2{,}0\text{ A}\)): \(B_2 = 10 \times 2{,}0 = 20{,}0\ \mu\text{T}\)
- Percobaan 3 (\(I = 3{,}0\text{ A}\)): \(B_3 = 10 \times 3{,}0 = 30{,}0\ \mu\text{T}\)
- Percobaan 4 (\(I = 4{,}0\text{ A}\)): \(B_4 = 10 \times 4{,}0 = 40{,}0\ \mu\text{T}\)
- Percobaan 5 (\(I = 5{,}0\text{ A}\)): \(B_5 = 10 \times 5{,}0 = 50{,}0\ \mu\text{T}\)
2. Evaluasi Ketidakpastian dan Analisis Kesalahan (Pengukuran Berulang pada Arus \(I = 3{,}0\text{ A}\))
Data pengamatan 5 kali pengukuran pada nilai variabel arus konstan (\(I = 3{,}0\text{ A}\)):
| \(n\) | \(B_i\ (\mu\text{T})\) | \(B_i^2\) |
|---|---|---|
| 1 | 30,0 | 900,00 |
| 2 | 30,2 | 912,04 |
| 3 | 29,8 | 888,04 |
| 4 | 30,1 | 906,01 |
| 5 | 29,9 | 894,01 |
| \(\sum\) | 150,0 | 4500,10 |
- Nilai Rata-rata (\(\bar{B}\)): $$\bar{B} = \frac{\sum B_i}{N} = \frac{150{,}0}{5} = 30{,}0\ \mu\text{T}$$
- Kesalahan Mutlak / Ketidakpastian (\(\Delta B\)): $$\Delta B = \frac{1}{N} \sqrt{\frac{N \sum B_i^2 - (\sum B_i)^2}{N - 1}}$$ $$\Delta B = \frac{1}{5} \sqrt{\frac{5(4500{,}10) - (150{,}0)^2}{5 - 1}} = \frac{1}{5} \sqrt{\frac{22500{,}5 - 22500}{4}} = \frac{1}{5} \sqrt{0{,}125} \approx 0{,}07\ \mu\text{T}$$
- Kesalahan Relatif (\(KR\)): $$KR = \left( \frac{\Delta B}{\bar{B}} \right) \times 100\% = \left( \frac{0{,}07}{30{,}0} \right) \times 100\% \approx 0{,}23\%$$
- Aturan Penulisan Hasil Pengukuran:
Karena kesalahan relatif \(0{,}23\%\) (sekitar \(0{,}1\%\)), penulisan menggunakan 4 Angka Penting:\(B = (\bar{B} \pm \Delta B) = (30{,}00 \pm 0{,}07)\ \mu\text{T}\)
3. Penyebab Adanya Kesalahan Pengukuran
- Kesalahan Paralaks: Ketidaktepatan sudut pandang mata saat membaca jarum analog pada Amperemeter atau skala penggaris.
- Keterbatasan Resolusi Alat: Batas nilai skala terkecil (NST) pada alat ukur analog.
- Fluktuasi Tegangan Listrik: Perubahan hambatan dalam komponen atau fluktuasi daya yang memicu pergeseran nilai arus.
- Kesalahan Penempatan Sensor: Toleransi posisi penggaris yang mengakibatkan pergeseran tegak lurus sensor magnet terhadap kawat.
- Nilai induksi medan magnet (\(B\)) berbanding lurus dengan kuat arus listrik (\(I\)); semakin besar arus listrik yang mengalir pada kawat lurus, semakin besar medan magnet yang dihasilkan.
- Hasil pengukuran induksi magnetik dari percobaan berulang diperoleh sebesar \(B = (30{,}00 \pm 0{,}07)\ \mu\text{T}\) dengan kesalahan relatif \(0{,}23\%\) dan tingkat ketelitian \(99{,}77\%\). Penulisan telah disesuaikan dengan kaidah angka penting ilmiah.
Komentar