Langsung ke konten utama

Workshop K13, Juli 2016



Dalam lampiran III Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah  Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan  Nomor : 305/Kep/D/Kr/201647/D1/Kep/Kp Tanggal: 18 Mei 2016 Tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Kurikulum 2013, dengan no urut 578 dan NPSN 20317493 SMA N 1 Jekulo dietapkan  sebagai pelaksana Kurikulum 2013 mulai  tahun pelajaran 2016/2017 .
Dalam implementasiya pemerintah memberikan pendampingan di semua SMA pelaksana K13 tambahan tahun 2016/2017 sebanyak 2.049 SMA, yang dilaksanakan oleh LPMP + SMA Induk Klaster dengan salah satu tujuannya memantapkan guru mata pelajaran KELAS X dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian di sekolah.
Tahun 2016/2017 di Kab. Kudus ada 1 induk klaster dengan dengan 3 SMA yaitu SMA 2 bae (induk klaster), SMA N 1 Gebog, dan SMA N 1 jekulo.
Ruang lingkup kegiatan pendampingan K13 adalah diadakannya IHT guru IK dan GS oleh LPMP, IHT oleh induk klaster, dan IHT di anggota klaster untuk materi pembelajaran dan penilaian yang dibimbing oleh guru IK dan GS.
IHT Kurikulum 2013 di SMA Sasaran
Jadwal pelaksanaan IHT di sekolah pada minggu ke 3,4 bulan juni, minggu ke 3 bulan Juli  2016 selama 52 Jam @ 45’ diatur sesuai dengan kondisi sekolah dengan alternatif jadwal sebagai berikut :
  1. Dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut mengikuti seperti jadwal kegiatan Pelatihan Guru Sasaran Kurikulum 2013 yang dilaksanakan Induk Klaster
  2. Dilaksanakan tidak 5 hari berturut-turut mempertimbangkan kesibukan dan kebutuhan sekolah. Sekolah mengatur sendiri jadwalnya. Praktik untuk materi “Pembelajaran dan Penilaian” dilakukan langsung pada jam pembelajaran guru matapelajaran yang bersangkutan sehingga lebih praktis, efisien dan bermanfaat.
3.       Sekolah mengatur jadwal dan strategi pelaksanaan IHT agar tidak mengganggu jadwal kegiatan pembelajaran dengan tetap mencapai target sesuai struktur program.

Atas dasar keputusan diatas, berarti di  Tahun Pelajaran 2016/2017 sekolah kita SMA N 1 Jekulo  memiliki kewajiban untuk menyusun KTSP dan melaksanakannya dengan mencakup dua struktur kurikulum sekaligus, yaitu kurikulum 2006 bagi kelas X dan Kurikulum 2013 bagi kelas XI dan XII.

Dokumen KTSP yang meliputi dokumen 1, 2, dan 3 oleh Pengawas Sekolah ibu Dra. Sutarsih, MPd dimohon untuk dibuat dan diselesaiakan sebelum awal masuk sekolah. Dokumen 1 yang disebut dengan Buku I KTSP berisi sekurang-kurangnya visi, misi, tujuan, muatan, pengaturan beban belajar, dan kalender pendidikan, penyusunannya menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Dokumen 2 yang disebut dengan Buku II KTSP berisi silabus, sudah disusun oleh Pemerintah, dan dokumen 3 yang disebut dengan Buku III KTSP berisi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun dan menjadi tanggung jawab masing-masing tenaga pendidik.
Berdasarkan uraian tersebut, SMA N 1 Jekulo mendahului induk klaster untuk mengadakan IHT/workshop implementasi K13 dengan tujuan pemahaman K13, praktik  pembuatan analisis SKL, KI, KD, silabus untuk dokumen II KTSP, dan Pembuatan perangkat KBM ( analisis KKM, prota, promes, rincian mingu efektif, RPP untuk dokumen III KTSP).
Jadwal Pelaksaan IHT sbb

1
Kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam Bidang Pendidikan
1
KA
2
Kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam Pembinaan Implementasi Kurikulum 2013
1
SB
3
Kebijakan Sekolah Th. 2016/2017
1
JK
4
Konsep Implementasi Kurikulum 2013



a. Penumbuhan Budi Pekerti dan Sekolah Aman
3
ST

b. Peran Keluarga Dalam Pembelajaran  Siswa
3
ST

c. Penguatan Literasi Dalam Pembelajaran
3
CK

d. Kompetensi, Materi, Pembelajaran, dan Penilaian

MJ
5
Rancangan Pembelajaran (lanjutan)



a. Analisis Dokumen : SKL, KI-KD, Silabus,  dan Pedoman Mapel 
4
MJ

b. Analisis Materi dalam Buku Teks Pelajaran
4
EK

c. Analisis Penerapan Model Pembelajaran
4
CK

d. Analisis Penilaian Hasil Belajar
4
MS
6
Praktik Pembuatan Perangkat Pembelajaran



a. Analisis KKM
2
MS

b. Kaldik dan Rincian Minggu Efektif
2
MS

c. Silabus
5
MJ

d. Prota dan Promes
2
NM

e. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
12
NM
7
Penutup
1
Panitia

JUMLAH
52


Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Teori Atom

LINK FISIKA | HOME | TEORI ATOM DALTON | PERCOBAAN THOMSON | TEORI ATOM THOMSON | PERCOBAAN RUTHERFORD | TEORI ATOM RUTHERFORD | SPEKTRUM ATOM HIDROGEN | TEORI ATOM BOHR | TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM | BIL. KUANTUM UTAMA | BIL. KUANTUM ORBITAL | BIL. KUANTUM MAGNETIK | BIL. KUANTUM SPIN | EFEK ZEMAN | KONFIGURASI ELEKTRON |     HANDOUTS TEORI ATOM

Teori Atom Dalton

Teori tentang atom telah muncul sebelum Masehi. Contohnya adalah definisi atom menurut Demokretus. Demokritus membuat simpulan : Suatu zat dapat dibagi menjadi yang lebih kecil hingga mendapatkan bagian yang paling kecil dan tidak dapat dibagi lagi dan dinamakan atom. Kata atom ini berasal dari bahasa Yunani   “atomos” yang berarti tak dapat dipotong. Kemudian muncul lagi setelah Masehi yaitu: John Dalton   (1766–1844), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris dengan didukung dari hasil eksperimen eksperimennya mengembangkan konsep atom dari Demokritus yang kemudian mengemukaan teori tentang atom. Secara garisbesar teori atom Dalton dapat disimpulkan sebagai berikut : Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidakbisa dibagi lagi.   Atom-atom penyusun zat tertentu memiliki sifat yangsama.   Atom unsur tertentu tidak bisa berubah menjadi atomunsur lain.   Dua atom atau lebih dapat bersenyawa (bereaksi)membentuk molekul. Dalam reaksi kimia perb...

Model Atom Bohr

Model atom Rutherford gagal menjelaskan tentang kestabilan atom dan terjadinya spektrum garis atom hidrogen. Seorang ilmuwan Fisika dari Denmark, Niels Bohr dapat menjelaskan spektrum garis atom hidrogren. Bohr mengemukakan teori atomnya untuk menutupi kelemahan atom Rutherford dengan mengemukakan tiga postulatnya yaitu : a.      Elektron berotasi mengelilingi inti tidak pada sembarang lintasan, tetapi pada lintasan-lintasan tertentu tanpa membebaskan energi. Lintasan ini disebut   lintasan stasioner dan memiliki energi tertentu. b.       Elektron dapat berpindah dari lintasan yang satu ke lintasan yang lain. Jika elektron pindah dari lintasan berenergi rendah (lintasan dalam) ke lintasan berenergi tinggi (lintasan luar) akan menyerap energi dan sebaliknya akan memancarkan energi. Energi yang dipancarkan atau diserap elektron sebesar hf. c.     Lintasan-lintasan yang diperkenankan elektron adalah lintasan-lintas...