Langsung ke konten utama

TATA TERTIB PENGAWAS RUANG USBN 2019




 
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 JEKULO
Jl. Raya Kudus-Pati Km 10 No. 34 Jekulo Kudus ( (0291) 433930

TATA TERTIB PENGAWAS RUANG
UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

1. Di Ruang Penyelenggara USBN
a. Dua puluh lima (25) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di ruang pengawas USBN;
b. Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Penyelengggara USBN;
c. Pengawas ruang menerima bahan USBN untuk ruang yang akan diawasi berupa naskah USBN, LJUSBN, amplop  LJUSBN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan USBN serta lem;
d. Pengawas ruang menandatangani Pakta integritas

2. Di Ruang US dan USBN
a.  Pengawas ruang dilarang membawa alat komunikasi/elektronik ke dalam ruang USBN
b. Pengawas masuk ke dalam ruang USBN lima belas (lima belas) menit sebelum waktu pelaksanaan untuk :
1)    Memeriksa kesiapan ruang ujian, meminta peserta untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta dan menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
2)    Memastikan setiap peserta tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang kecuali alat tulis yang akan digunakan;
3)    Membacakan tata tertib;
4)    Meminta peserta USBN menandatangani daftar hadir;
5)    Membagikan LJUSBN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan);
6)    Memastikan peserta telah mengisi identitas dengan benar
7)    Setelah seluruh peserta selesai mengisi identitas, pengawas ruang membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian, dan
8)    Membagikan naskah soal dengan cara meletakkan di atas meja peserta  dalam posisi tertutup (terbalik), peserta ujian tidak diperkenankan menyentuhnya sampai tanda waktu dimulai;
c.  Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang :
1)  Mempersilakan peserta untuk mengecek kelengkapan soal
2)  Mempersilakan peserta untuk mulai mengerjakan soal; dan
3) Mengingatkan peserta agar lebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal
.  d. Kelebihan naskah soal selama USBN berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan pengawas ruang tidak diperbolehkan membacanya;
e.  Selama USBN berlangsung, pengawas ruang USBN wajib:
1)  Menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2) Memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan     kecurangan; dan
3) Melarang orang lain memasuki ruang USBN;
f.  Pengawas ruang dilarang memberi isyarat, petunjuk dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal yang diujikan; 
g. Lima (5) menit sebelum waktu selesai, pengawas ruang memberi peringatan kepada peserta USBN bahwa waktu tinggal lima menit;
h.  Setelah waktu USBN selesai, pengawas ruang :
1)  Mempersilakan peserta untuk berhenti mengerjakan soal;
2)  Mempersilakan peserta meletakkan naskah soal dan LJUSBN di atas meja dengan rapi;
3)  Mengumpulkan LJUSBN dan naskah soal ;
4)  Menghitung jumlah LJUSBN sama dengan jumlah peserta ;
5)  Mempersilakan peserta meninggalkan ruang ujian; dan
6) Menyusun secara urut LJUSBN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUSBN disertai dengan dua lembar daftar hadir peserta, dua lembar berita acara pelaksanaan, kemudian ditutup dan dilem serta ditandatangani oleh pengawas ruang USBN di dalam ruang ujian;
i.    Pengawas ruang USBN menyerahkan LJUSBN dan naskah soal USBN kepada panitia USBN disertai satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan USBN ;
j.    Pengawas yang melanggar tata tertib diberi teguran, peringatan oleh kepala sekolah dan/atau sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.




UNDUH FILE

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Teori Atom

LINK FISIKA | HOME | TEORI ATOM DALTON | PERCOBAAN THOMSON | TEORI ATOM THOMSON | PERCOBAAN RUTHERFORD | TEORI ATOM RUTHERFORD | SPEKTRUM ATOM HIDROGEN | TEORI ATOM BOHR | TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM | BIL. KUANTUM UTAMA | BIL. KUANTUM ORBITAL | BIL. KUANTUM MAGNETIK | BIL. KUANTUM SPIN | EFEK ZEMAN | KONFIGURASI ELEKTRON |     HANDOUTS TEORI ATOM

Teori Atom Dalton

Teori tentang atom telah muncul sebelum Masehi. Contohnya adalah definisi atom menurut Demokretus. Demokritus membuat simpulan : Suatu zat dapat dibagi menjadi yang lebih kecil hingga mendapatkan bagian yang paling kecil dan tidak dapat dibagi lagi dan dinamakan atom. Kata atom ini berasal dari bahasa Yunani   “atomos” yang berarti tak dapat dipotong. Kemudian muncul lagi setelah Masehi yaitu: John Dalton   (1766–1844), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris dengan didukung dari hasil eksperimen eksperimennya mengembangkan konsep atom dari Demokritus yang kemudian mengemukaan teori tentang atom. Secara garisbesar teori atom Dalton dapat disimpulkan sebagai berikut : Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidakbisa dibagi lagi.   Atom-atom penyusun zat tertentu memiliki sifat yangsama.   Atom unsur tertentu tidak bisa berubah menjadi atomunsur lain.   Dua atom atau lebih dapat bersenyawa (bereaksi)membentuk molekul. Dalam reaksi kimia perb...

Model Atom Bohr

Model atom Rutherford gagal menjelaskan tentang kestabilan atom dan terjadinya spektrum garis atom hidrogen. Seorang ilmuwan Fisika dari Denmark, Niels Bohr dapat menjelaskan spektrum garis atom hidrogren. Bohr mengemukakan teori atomnya untuk menutupi kelemahan atom Rutherford dengan mengemukakan tiga postulatnya yaitu : a.      Elektron berotasi mengelilingi inti tidak pada sembarang lintasan, tetapi pada lintasan-lintasan tertentu tanpa membebaskan energi. Lintasan ini disebut   lintasan stasioner dan memiliki energi tertentu. b.       Elektron dapat berpindah dari lintasan yang satu ke lintasan yang lain. Jika elektron pindah dari lintasan berenergi rendah (lintasan dalam) ke lintasan berenergi tinggi (lintasan luar) akan menyerap energi dan sebaliknya akan memancarkan energi. Energi yang dipancarkan atau diserap elektron sebesar hf. c.     Lintasan-lintasan yang diperkenankan elektron adalah lintasan-lintas...