Langsung ke konten utama

DAYA PADA RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK

Setiap alat-alat listrik seperti halnya lampu, seterika listrik, kompor listrik, ataupun alat-alat elektronik, misalnya TV, radio, komputer jika dinyalakan/dihidupkan beberapa lama akan memerlukan energi listrik. Energi yang diperlukan tiap satu satuan waktu atau tiap detiknya disebut  daya. Besarnya daya pada rangkaian arus bolak-balik antara teori dengan hasil sesungguhnya dari hasil pembacaan alat ukur tidak sama, hal ini disebabkan adanya hambatan semu yang berasal dari induktor  (XL) dan kapasitor (XC) yang disebut reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif. Daya sesungguhnya yang timbul pada rangkaian arus listrik hanyalah pada hambatan murni saja (R).

Perbandingan antara daya sesungguhnya (Pss) dan daya semu yang menurun (Psm) disebut  faktor daya yang dinyatakan dalam persamaan :

 

             Pss       I2 R      R

cos θ = -----  = ----- = ----

             Psm      I2Z       Z

 

di mana :

Pss= I2 R (daya sesungguhnya) dan

Psm = I2Z (daya semu)

 

Jadi daya sesungguhnya dalam rangkaian arus AC dapat dinyatakan sama dengan hasil perkalian daya hasil perhitungan teoritis dengan faktor daya yang secara umum dapat dituliskan :

 P = V I cos θ

di mana :

P = daya sesungguhnya (watt)

V = tegangan efektif (Volt)

I = kuat arus efektif (A)

cos θ = faktor daya

 

CONTOH

Perhatikan rangkaian pada Gambar 6.10. RLC dirangkai seri. Resistor 80 Ω, induktor 1,1  H dan kapasitor 0,2 mF. Pada rangkaian tersebut dialiri arus listrik bolak balik dengan frekuensi 100 rad/s. Jika diketahui Vbc = 200 volt, maka tentukan:

a.  impedansi rangkaian,

b.  arus efektif yang mengalir pada rangkaian,

c.   tegangan efektif Vad,

d.  beda fase antara tegangan Vad dengan arus yang melewati rangkaian,

e.  daya yang diserap rangkaian !

 


Penyelesaian

R = 80 Ω

ω = 100 rad/s

L = 1,1 H 

C = 0,2 mF = 2. 10-4 F

Reaktansi induktif :

  XL = ωL = 100 . 1,1 = 110 Ω

Reaktansi  kapasitif :

          1                  1

XC = -----  = --------------- = 50 ohm

         ωC      100. 2. 10-4 

 

a. Impedansi rangkaian diselesaikan diagram fasor hambatan (ingat V ~ R). Lihat Gambar. Dari

diagram fasor tersebut dapat diperoleh impedansi:

        Z2 = 802 + 602

        Z    = 100 ohm

 


b.  Kuat arus efektif

      Vbc = VL = 200 volt

      XL = 110 Ω

sesuai hukum Ohm maka arus efektifnya dapat ditentukan sebagai berikut.

      VL   =   I . XL

    220   =   I . 110

        I  =  2 A

c. Tegangan efektif Vad dapat ditentukan dari kuat arus dan impedansinya.

      Vad = I.Z

              = 2. 100 = 200 volt

d. beda fase antara V dan I sebesar

                  XL - XC        110 - 50      

      tg θ = ---------  = ------------

                     Z                  100 

            θ =370.

e. daya yang diserap rangkaian memenuhi

   P = V I cos θ

      =  200. 2 . cos (-370) = 320 watt

 

LATIHAN SOAL

 

1.   Dalam rangkaian seri R – L, hambatan 120 W dihubungkan ke tegangan bolak-balik yang dialiri arus 2A. Apabila menghasilkan diagram vector seperti di bawah ini, (tg a = ¾) maka tentukan tegangan inductor !

 

2.  Suatu kumparan bila dihubungkan dengan kutub-kutub sumber arus searah 120 V, maka akan menghasilkan kuat arus 4 A. Jika dihubungkan ke kutub-kutub sumber tegangan bolak-balik untuk menghasilkan kuat arus 4 A diperlukan tegangan 200 V. Jika frekuensi tegangan bolak-balik 100/π Hz, maka berapakah induktansi kumparan ?

3. Hambatan 1000 ohm, kumparan 0,5 henry, kapasitas 0,2 mikrofarad dirangkaikan seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan arus bolak balik yang frekuensi angulernya 5000 rad/s. tentukan harga impedansi tersebut !

4.   Dalam suatu rangkaian, arus bolak balik mengalir melalui resistor 8 W, inductor dengan reaktansi XL = 4 W, kapasitor dengan reaktansi XC = 10 W, seperti pada gambar. Bila Vbc = 24 V maka tentukan :

a. impedansi rangkaian,

b.  kuat arus yang lewat rangkaian,

c. tegangan Vad,

d.  daya yang diserap rangkaian ! 


 

5.  Suatu rangkaian seri R-L-C dipasang pada tegangan listrik bolak-balik yang nilai efektifnya 100 V dan frekuensinya 60 Hz. Bila R = 10 ohm, L = 26,5 mH dan C = 106 mF maka tentukan beda potensial (tegangan) dalam volt antara ujung-ujung L!

6. Rangkaian RLC seri terdiri dari hambatan 400 Ω, kumparan 0,2 henry dan kapasitor 2 mikrofarad dirangkaikan secara seri. Kemudian ujung-ujung rangkaian tersebut dihubungkan pada tegangan arus bolak balik v = 200 sin 1000 t. Tentukan :

a. impedansi rangkaian,

b.  kuat arus maksimum yang melewati rangkaian,

c.  tegangan maksimum antaranya ujung-ujung tiap komponen,

d.  beda fase antara v dan i,

e.   daya yang diserap rangkaian !

  

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Teori Atom

LINK FISIKA | HOME | TEORI ATOM DALTON | PERCOBAAN THOMSON | TEORI ATOM THOMSON | PERCOBAAN RUTHERFORD | TEORI ATOM RUTHERFORD | SPEKTRUM ATOM HIDROGEN | TEORI ATOM BOHR | TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM | BIL. KUANTUM UTAMA | BIL. KUANTUM ORBITAL | BIL. KUANTUM MAGNETIK | BIL. KUANTUM SPIN | EFEK ZEMAN | KONFIGURASI ELEKTRON |     HANDOUTS TEORI ATOM

Teori Atom Dalton

Teori tentang atom telah muncul sebelum Masehi. Contohnya adalah definisi atom menurut Demokretus. Demokritus membuat simpulan : Suatu zat dapat dibagi menjadi yang lebih kecil hingga mendapatkan bagian yang paling kecil dan tidak dapat dibagi lagi dan dinamakan atom. Kata atom ini berasal dari bahasa Yunani   “atomos” yang berarti tak dapat dipotong. Kemudian muncul lagi setelah Masehi yaitu: John Dalton   (1766–1844), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris dengan didukung dari hasil eksperimen eksperimennya mengembangkan konsep atom dari Demokritus yang kemudian mengemukaan teori tentang atom. Secara garisbesar teori atom Dalton dapat disimpulkan sebagai berikut : Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidakbisa dibagi lagi.   Atom-atom penyusun zat tertentu memiliki sifat yangsama.   Atom unsur tertentu tidak bisa berubah menjadi atomunsur lain.   Dua atom atau lebih dapat bersenyawa (bereaksi)membentuk molekul. Dalam reaksi kimia perb...

Model Atom Bohr

Model atom Rutherford gagal menjelaskan tentang kestabilan atom dan terjadinya spektrum garis atom hidrogen. Seorang ilmuwan Fisika dari Denmark, Niels Bohr dapat menjelaskan spektrum garis atom hidrogren. Bohr mengemukakan teori atomnya untuk menutupi kelemahan atom Rutherford dengan mengemukakan tiga postulatnya yaitu : a.      Elektron berotasi mengelilingi inti tidak pada sembarang lintasan, tetapi pada lintasan-lintasan tertentu tanpa membebaskan energi. Lintasan ini disebut   lintasan stasioner dan memiliki energi tertentu. b.       Elektron dapat berpindah dari lintasan yang satu ke lintasan yang lain. Jika elektron pindah dari lintasan berenergi rendah (lintasan dalam) ke lintasan berenergi tinggi (lintasan luar) akan menyerap energi dan sebaliknya akan memancarkan energi. Energi yang dipancarkan atau diserap elektron sebesar hf. c.     Lintasan-lintasan yang diperkenankan elektron adalah lintasan-lintas...