Hukum Ohm

CONTOH 1

Sebuah bola lampu dengan hambatan dalam 20 Ω diberi tegangan listrik 6 V.
(a) Tentukan arus yang mengalir melalui lampu tersebut.
(b) Jika tegangannya dijadikan 12 V, berapakah arus yang melalui lampu tersebut sekarang?

CONTOH 2

Diketahui sebuah kawat penghantar memiliki panjang 100 m, luas penampang 2,5 mm2, dan hambatan jenis sebesar 17 × 10-7 : Ω m. Tentukan besarnya hambatan kawat tersebut!

LATIHAN SOAL
Sebuah lampu pijar memiliki hambatan tetap sebesar 40 Ω dan dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 12 V.Pertanyaan:
Kuis Interaktif Hukum Ohm
Pada rangkaian listrik tertutup, terjadi aliran arus listrik. Arus listrikmengalir karena adanya beda potensial antara dua titik pada suatu penghantar, seperti pada lampu senter, radio, dan televisi. 
 
 
Alat-alat tersebut dapat menyala (berfungsi) karena adanya aliran listrik dari sumber tegangan yang dihubungkan dengan peralatan tersebut sehingga menghasilkan beda potensial.
Orang pertama yang menyelidiki hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial pada suatu penghantar adalah Georg Simon Ohm, ahli fisika dari Jerman.Ohm berhasil menemukan hubungan secara matematis antara kuat arus listrik dan beda potensial, yang kemudian dikenal sebagai Hukum Ohm. Untuk mengetahui hubungan tersebut, lakukanlah Kegiatan 1  berikut!

 Vidio Percobaan Hukum Ohm

 
Kegiatan 1
A. Tujuan
     Anda dapat mengetahui hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial.
 
B. Alat dan Bahan
      Power supplay 0 - 12 volt, 
      amperemeter dengan batar ukur 0,6 ampere
      voltmeter dengan batas ukur 15 Volt
      hambatan 47 ohm
      lampu pijar
      Saklar
      Papan rangkaian, dan
      kabel merah hitam secukupnya.
 
C. Langkah Kerja
1. Rangkailah alat alat tersebut sesuai gambar, dengan posisi saklar OFF dan power supplay OFF.



2 Hidupkan saklar power supplay dan atur posisi pada tegangan 4 volt. Amati nyala lampu, skala ampermeter dan voltmeter, kemudian hitung kuat arus dan beda potensial pada hambatan!
   Tabel Hasil Pengamatan


3. Ulangi kegiatan di atas dengan merubah tegangan power supplay menjadi 6 volt, 8 volt, 10 volt, dan 12 volt.
4. Catatlah data yang Anda peroleh!
5. Apa kesimpulan Anda?
 
Hasil Percobaan tersebut

Berdasarkan data tabel didapatkan:

Berdasarkan tabel didapatkan juga, bahwa makin besar beda potensial yang ditimbulkan, maka kuat arus yang mengalir makin besar pula. Besarnya perbandingan antara beda potensial dan kuat arus listrik selalu sama (konstan). Jadi, beda potensial sebanding dengan kuat arus (V ~  I). Secara matematis dapat Anda tuliskan V = m ×  I, m adalah konstanta perbandingan antara beda potensial dengan kuat arus. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar grafik berikut!




Garis lurus  adalah garis rata-rata . 

Berdasarkan grafik di atas, nilai kemiringan (m)  dapat Anda peroleh dengan persamaan

 
Nilai m yang tetap ini kemudian didefinisikan sebagai besaran hambatan listrik yang dilambangkan R, dan diberi satuan ohm ,untuk menghargai Georg Simon Ohm. Jadi, persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.
Keterangan:
V : beda potensial atau tegangan (V)
I : kuat arus (A)
R : hambatan listrik (:)

Persamaan di atas dikenal sebagai Hukum Ohm, yang berbunyi
“Kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu dengan syarat suhunya konstan/tetap.”


contoh soal
Diketahui kuat arus sebesar 0,5 ampere mengalir pada suatu penghantar yang memiliki beda potensial 6 volt. Tentukan hambatan listrik penghantar tersebut!
Diketahui : V = 6 V
I = 0,5 A
Ditanyakan: R = ... ?
Jawab :


Latihan soal 
  1. Pada ujung-ujung sebuah resistor diberi beda potensial 1,5 volt. Saat diukur kuat arusnya ternyata sebesar 0,2 A. Jika beda potensial ujung-ujung resistor diubah menjadi 4,5 volt maka berapakah kuat arus yang terukur?
  2. Sebuah resistor dialiri arus sebesar 300 mA, kemudian ujung-ujung resistor diukur beda potensialnya dengan voltmeter dan hasilnya 2 volt. Berapakah beda potensial ujung-ujung resistor itu jika kuat arus yang mengalir menjadi 100 mA?